Jangan mudah putus asa,terus berdoa dan selalu SEMANGAT
Tampilkan postingan dengan label ilmu akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu akuntansi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Oktober 2010

Akuntansi Pajak

Setiap pembayaran/pemungutan/pemotongan pajak yang dilakukan perusahaan adalah transaksi finansial yang harus dicatat sesuai dengan tugas dan fungsi akuntansi.
Pajak mempunyai beberapa sifat sbb :
1.     Pajak merupakan Iuran masyarakat kepada pemerintah yang pembayarannya dapat dipaksakan.  Karena dapat dipaksakan ini sering petugas pajak berlaku sewenang-wenang dalam menjalankan tugasnya. Hal ini juga dipicu oleh banyaknya wajib pajak yang tidak memenuhui kewajibannyanya sebagaimana mestinya serta  kekeliruan dalam mencatat transaksi, khususnya yang berhubungan dengan pajak. Pemungutan pajak berdasarkan undang-undang dan berpihak kepada kepentingan pemerintah. Banyak pengusaha menilai undang-undang dan pertauran perpajakan tidak kondusif.
2.     Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah
3.     Wajib pajak tidak mendapat imbalan jasa (kontraperstasi) secara langsung, akan tetapi wajib pajak mendapat perlindungan dari negara dalam mendapatkan pelayanan sesuai haknya sebagai warga negara.
4.     Pajak mempunyai fungsi mengatur sektor sosial, ekonomi maupun budaya.
Berdasarkan cara pemungutannya (khususnya pajak pusat) dapat dibagi atas:
a.     Pajak langsung, Pajak Penghasilan, Pajak kekayaan yang dikenakan berulang-ulang pada waktu tertentu sesuai undang-undang. Pajak penghasilan dan pajak kekayaan ditanggung dan dibayar oleh wajib pajak dan tidak dapat dipindahkan kepada pihak lain.
b.     Pajak tidak langsung, Pajak Penjualan, Bea meterai, dikenakan pada saat terjadinya perbuatan/transaksi kena pajak, dapat dipindahkan kepada pihak lain.

Berikut ini adalah beberapa jenis pajak yang secara umum selalu dihadapi oleh perusahaan :
Pajak penghasilan Perseroan : Pajak yang dipungut atas penghasilan (laba bersih)
Walaupun penentuan besarnya Pph,  berdasarkan penghasilan bersih menurut Surat Pemberitahuan Tahunan Akhir, Wajib pajak diminta untuk melakukan angsuaran bulanan. Maka mencatat angsuran pajak perseroan dicatat sebagai beban/Pajak dibayar dimuka.

Beban/Pajak Dibayar dimuka                             x,xxx,xxx
     Kas                                                                                 x,xxx,xxx

Pada akhir tahun Beban/Pajak dibayar dimuka dilakukan penyesuaaian dengan kewajiban pajak sesungguhnya.
Pajak penghasilan karyawan (Pph 21) yaitu pajak menjadi beban karyawan atas penghasilan yang diperoleh. Dengan demikian pajak ini tidak merupakan beban perusahaan. Dalam hal ini perusahaan hanya berkewajiban menghitung dan memotong gaji/upah. Oleh karena itu setiap  terjadi pemotongan yang telah dilaksanakan timbul utang kepada pemerintah sampai dlakukan penyetoran ke kas negara.
Jurnal pencatatan PPh 21
a.     Pada saat pemotongan (dilakukan pada saat pembayaran gaji)

Biaya Gaji
x,xxx,xxx
 
……Pajak penghasilan (PPh 21)……Kas ( Gaji yang dibayarkan)   x,xxx,xxxx,xxx,xxx
 
 


b.     Saat menyetor ke kas negara

Pajak penghasilan (pph 21)
x,xxx,xxx
 
…… Kas    x,xxx,xxx

 
 

Penyetoran pajak pengahasilan (Pph) pasal 21 adalah penyetoran kewajiban karyawan yang dipotong dari penghasilannya sesuai undang-undang yang tidak terkait dengan asset/beban/biaya perusahaan sehingga mencatat penyetoran pajak penghasilah sebagai biaya dibayar dimuka adalah kekeliruan.

Ppn, Biaya meterai adalah pajak yang dikenakan pada saat terjadinya transaksi kena pajak (penjualan), biasanya dibebankan kepada pembeli.  PPn merupakan bagian dari beban/biaya  bukan Asset dan dapat dipindahkan kepada pihak lain bila barang tersebut dijual. PPn, Biaya meterai juga tidak dicatat sebagai biya dibayar dimuka

Pada saat membeli barang yang dikenakan PPn timbul kewajiban atas PPn (ppn Masukan) yang merupakan bagian dari rekening Pasiva (Hutang). Dalam pembayaran pembelian tersebut sebagian kas yang dibayarkan adalah untuk membayar Utang PPn tersebut. (tidak ada hubungannya dengan biaya dibayar dimuka). Pada saat menjual,  perusahaan berkewajiban memungut pajak atas penjualan barang kena pajak,(PPn Keluaran)  sehingga timbul utang kepada negara dan hutang tersebut dapat dikompensasikan langsung dengan beban pajak yang terjadi pada saat membeli barang tersebut (Ppn Masukan). Bila PPn Keluaran lebih besar dari PPn Masukan maka pada neraca akan terlihat sebagai hutang sedangkan bila PPn Masukan lebih besar dari pada PPn keluaran tidak akan ditampilkan pada neraca karena dicatat sebagai beban perusahaan. Pencatatan Ppn sebagai biaya dibayar dimuka adalah kekeliruan.

Bertuk Jurnal PPn.
Saat Pembelian

Pembelian/Persediaan barang dagang x,xxx,xxx  
Ppn                                                        
x,xxx,xxx  
……Kas/utang     x,xxx,xxx
 
 


Saat  Penjualan

Kas/Piutang x,xxx,xxx  
      Penjualan   x,xxx,xxx
      Ppn     x,xxx,xxx
 
 


Jika Saat pembelian dicatat sebagai persediaan maka
Persediaan                                              x,xxx,xxx
     Harga Pokok                                                                   x,xxx,xxx

Bila pada periode tertentu menaca menunjukan adanya hutanng PPn, maka utang tersebut berarti ppn keluaran lebih besar dari pada ppn masukan dan kelebihan tersebut harus disetor ke kas negara.
Jurnal Pada Saat Penyetoran ke kas negara
PPn                                                         x,xxx,xxx
     Kas                                                                       x,xxx,xxx

Ppn tidak pernah menjadi asset perusahaan, pada pt. sinarindo dicatat demikian
Penggunaan dana perusahaan yang disebutkan sebagai piutang pemegang saham, oleh petugas pajak dapat dianggap sebagai penghasilan bagi pemegang saham, dan dikenakan Pph.

Perhitungan PPN.
Ada dua cara untuk menghitung ppn yaitu :
Exclude PPn (Excl)  : Yaitu  PPn dihitung  n % dari nilai jual barang /Jassa kena pajak setelah dikurangi discount.
Include PPn (InCl) : Yaitu Nilai Jual sudah termasuk PPn  n %
Non PPn adalah bentuk transaksi hanya berlaku untuk penyerahan barang dan jasa tidak kena pajak.

RANGKUMAN AKUNTANSI PERBANKAN

DEFINISI AKUNTANSI
Akuntansi Perbankan
Akuntansi diartikan sebagai seni pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang setidak-tidaknya sebagian mempunyai sifat keuangan serta penginterpretasian hasil dari pencatatan tersebut.
Aplikasi
Akuntansi Perbankan
TUJUAN LAPORAN BANK
Tujuan adanya laporan Keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat :
• dipercaya mengenai posisi keuangan perusahaan
• dipercaya mengenai hasil usaha perusahaan selama periode akuntansi tertentu.
• membantu pihak yang berkepentingan untuk menilai atau meng-interpretasikan kondisi dan potensi perusahan disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang bersangkutan.
Bentuk laporan yang dihasilkan dalam perusahaan termasuk bank terdiri :
1. Laporan Neraca,
2. Laporan perhitungan laba rugi
3. Laporan perubahan posisi keuangan
Bagi bank ada laporan tambahan untuk menyimpan data yang belum mempengaruhi Neraca, namun sudah harus di perhitungkan oleh pihak Bank, yaitu:
Laporan Rekening Administrasi.
AKTIVA / ASSET
Yaitu alokasi atau penggunaan dana (use of Fund)
• Monetary Assets,
Yaitu uang tunai, surat berharga, tagihan-tagihan
• Non Monetary Asset
Yaitu gedung (fixed Asset), inventaris kantor
PASIVA
Yaitu Sumber dana
•Volatile liability,
yaitu sewaktu-waktu di tagih
Giro, Tabungan, Deposito Jatuh tempo
•Non Volatile liability,
Yaitu Deposito belum Jatuh tempo, Modal Akuntansi Perbankan
PRINSIP PENJURNALAN LAPORAN LABA RUGI PENDAPATAN
( + ) Kredit
( – ) Debet
BIAYA
( – ) Debet
( + ) Kredit
PERSAMAAN AKUNTANSI PERBANKAN :
AKTIVA = PASIVA
HARTA = KEWAJIBAN + MODAL
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
PENGKREDITAN DALAM AKUNTANSI PERBANKAN
Pengkreditan:

    • Kredit diakui pada saat pencairannya sebesar pokok kredit. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama diakui sebesar pokok kredit yang merupakan porsi tagihan bank yang bersangkutan
    • Kredit yang diberikan dengan perjanjian sindikasi ataupun penerusan kredit diakui sebesar porsi kredit yang resikonya ditanggung bank
    • Penyisihan kerugian kredit dibentuk sebesarr estimasi kerugian kredit yang tidak dapat ditagih sesuai dengan mata uang denominasi yang diberikan

      • Pendapatan bunga diakui secara akrual kecuali pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produkstif lain yang nonperforming. Pendapatan bunga dari kredit dan aktiva produktif lain yang non performing diakui pada saat pendapatan tersebut diterima

      • Pada saat kredit diklasifikasikan sebagai non performing, bunga yang telah diakui tetapi belum ditagih harus dibatalkan

      • Beban bunga diakui secara akrual

      • Seluruh penerimaan yang berhubungan dengan kredit diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurangan pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga

      • Pendapatan selain bunga yang berkaitan dengan jangka waktu diakui selama jangka waktu tersebut

      • Apabila kredit atau komitmen kredit diselesaikan sebelum jangka waktunya maka sisa pendapatan dan beban diakui pada saat penyelesaian kredit atau komitmen tersebut

      • Pengakuan pendapatan atas tagihan bunga yang dijadikan pokok kredit dalam reangka restrukturisasi dialkukan sesuai dengan PSAK 54: Restrukturisasi Utang Piutang Bermasalah
      • Pengalihan kredit menjadi penyertaan diakui sebesar nilai wajar dari saham yang diterima
      • Penyertaan yang berasal dari restrukturisasi kredit merupakan penyertaan sementara sehingga ndinilai dengan metode biaya tanpa memeprhatikan besarnya kepemilikan. Bila terdapat penurunan permanen tersbut. Penyertaan ini disajikan terpisah dari penyertaan lain dan tidak perlu dilakukan konsolidais laporan keuangan karena sifat penyertaannya sementara
    PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
    RESTRUKSURI KREDIT DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

      • Agunan kredit yang diambil alih diakui sebesar nilai bersih yang dapat direliasasikan.
      • Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil jual diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan
      • Penerimaan kredit yang telah dihapusbukukan diakui sebagai penyesuaian terhadap penyyisihan kerugian kredit sebesar bnilai pokok. Jika penerimaan tersbut melebihi nilai pokoknya maka kelebihan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga
    PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
    TRANSAKSI EFEK DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

      • Bank mengklasifikasikan efek pada saat perolehan dalam:

          • Dimiliki hingga jatuh tempo
          • Diperdagangkan
          • Tersedia untuk dijual
      • Efek yang dibeli dengan jnaji dijual kembali merupkana jaminan transaksi kredit dan diakui sebagai tagihan repo sebesar harga jual kembali efek yang bersangkutan dikurangi pendapatan bunga yang belum dihasilkan. Selisih antara harga beli dan harga jual diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang belum dihasilkan dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu sejak efek dibeli hingg dijual kembali
    PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
    RESTRUKSURI KREDIT DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

      • Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diakui sebagai kewajiban sebesar harga pembelian yang disepakati oleh bank dan nasabah dikurangi beban bunga yang belumdireliasisasikan. Selisih antara harga jual dan harga beli diperlakukan sebagai beban dibayar dimuka dan diakui sebagai bebandibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak efek dijual hingga dibeli kembali

      • Instrumen derivatif diakui dalam neraca sebagai aktiva dan kewajibanberdasarkan hak/kewajiban menurut perjanjian. Seluruh instrumen derivatif harus disajikan dengan nilai wajar


      • Nilai wajar diestimasi berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa
      • Laba atau rugi transaksi valuta asingyang disebabkan oleh perubahan harga pasar derivatif diakui sebagai pendapatan atau beban pada periode terjadinya
    PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
    PEMBIAYAAN L/C Ekspor AKUNTANSI PERBANKAN

      • Pada saat menerima L/c dari bank penerbit, bank mengadministrasikan L/C yang diterima dan transaksi tersbut belum merupakan komitmen dan kontijensi
      • Pada saat L/C dibayar oleh bank pembayar kepada penerima sebesar nilai L/C atau nilai reliasasinay, bank pembayar mengakui sebagai tagihan kepada bank penerbit sebesar nilai yang sama
    TRANSAKSI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT
    Produk disimpan sebagai berikut:
    • Giro dinilai sebesar kewajiban bank kepada pemegang biro
    • Tabungan dinilai sebesar jumlah kewajiban bank kepada pemilik tabungan
    • Deposito dinilai sebesar jumlah pokok deposito yang tercantum dalam perjanjian antar pemilik bank dan pemegang deposito berjangka
    • Sertifikat deposito dinilai sebesar nilai nominal dikurangi saldo bunga dibayar dimuka dan diamortisasi selama jangka waktu sertifikat deposito.

    Jumat, 01 Oktober 2010

    GAMBARAN UMUM AKUNTANSI


     Pengertian akuntansi
    Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant) akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang dan menginterpretasikan hasil proses tersebut.
    Menurut APB (American Principles Board) akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang fungsinya menyediakan informasi kuantitatif yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomi yang dimaksudkan agar berdaya guna dalam pengambilan keputusan.
    Akuntansi dapat dikatakan sebagai suatu seni dan proses. Sebagai suatu seni akuntansi mengacu pada keleluasaan penggunaan metode dan prosedur serta teknik pencatatan sesuai dengan kebutuhan pengguna akuntansi. Sedangkan sebagai suatu proses akuntansi merupakan rangkaian prosedur atau langkah-langkah untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan.
     Pemakai Informasiþ
    Akuntansi menghasilkan informasi yang dituangkan dalam laporan keuangan/ finansial statement. Informasi tersebut merupakan data atau fakta yang diolah dengan cara tertentu sehingga bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan atas informasi tersebut.
    Pengguna informasi keuangan dapat berasal dari dalam maupun luar perusahaan.
    Pihak dalam / intern perusahaan meliputi;

    1. Pemilik atau pemegang saham
    Pemilik atau pemegang saham berkepentingan untuk mengetahui perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuan. Informasi tersebut digunakan untuk mengambil keputusan apakah akan mempertahankan perusahaan ataukah akan menjual sahamnya.
    2. Manajemen
    Manajemen sebagai pihak yang berkepentingan langsung terhadap laporan keuangan akan menggunakan informasi tersebut sebagai pengendalian, pengkoordinasian, perencanaan operasi perusahaan dan pengambilan keputusan.
    3. Karyawan
    Karyawan biasanya berkepentingan terhadap informasi akuntansi yang berkaitan dengan gaji dan upah yang akan diterima sesuai dengan kontribusi karyawan terhadap perusahaan.
    Pihak luar perusahaan / ekstern
    1. Kreditur
    Kreditur berkepentingan terhadap keamanan dana yang dipinjamkan dan tingkat bunga yang akan diperolehnya. Mereka hanya bekepentingan terhadap likwiditas atau kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek.
    2 Pemerintah pemerintah berkepentingan terhadap pajak yang akan diterima dari laba kana pajak perusahaan. Selain itu pemerintah akan menilai ketaatan perusahaan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

     Bidang bidang akuntansiþ
    1. Akuntansi keuangan adalah bidang bidang akuntansi yang menyediakan laporan keuangan untuk pihak luar perusahaan.
    2. Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang memberikan informasi kepada manajemen mengenai pengumpulan biaya dan harga pokok produksi, perencanaan dan pengendalian biaya.
    3. Akuntansi manajemen adalah bidang akuntansi yang memberikan informasi pada manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Umumnya infomasi ini lebih mendalam dan digunakan sebagai pengambil keputusan dan tidak dipublikasikan.
    4. Sistem akuntansi adalah bidang akuntansi yang mempelajari rancang bangun (desain) prosedur-prosedur untuk pengumpulan, penciptaan, dan pelaporan data akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
    5. Pemeriksaan (auditing) adalah bidang akuntansi yang mempelajari prinsip, prosedur, dan teknik pemeriksaan laoran keuangan untuk memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan.
    6. Perpajakan adalah bidang akuntansi yang mempelajari peraturan perpajakan dan pengaruh transaksi terhadap peraturan prpajakan dan memberikan pertimbangan atas tax planing (perencanaan pajak) serta memberikan alternatif meminimalkan pajak selama tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
    7. Anggaran adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu serta menganalisa dan mengontrolnya untuk masa yang akan datang.
    8. Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang memberikan informasi kepada kepala pemerintahan atas unit-unit organisasi pemerintahan mengenai keuangan negara sehingga dapat dilakukan pengawasan terhadap keuangan negara.

     Profesi akuntansiþ
    Secara garis besar profesi yang berkaitan dengan bidang akuntansi dapat digolongkan menjadi :
    1. Akuntan publik
    Yaitu profesi akuntansi yang memberikan jasanya kepada masyarakat berupa:
    a. Pemeriksaan secara independen atas laporan keuangan untuk memberikan pendapat atas kewajaan laporan keuangan.
    b. Pembuatan sistem akuntansi
    c. Konsultasi pajak.
    d. Konsultasi studi kelayakan proyek untuk investasi.
    2. Akuntan intern
    Yaitu profesi akuntansi yang bekerja pada perusahaan swasta. Jasa-jasa yang dapat diberikan meliputi
    a. Controlership yaitu mengawasi dan bertanggungjawab atas segenap aktivitas akuntansi di perusahaan.
    b. Akuntansi keuangan yaitu membuat laporan keuangan untuk pihak eksternal
    c. Akuntansi biaya yaitu memberikan informasi biaya dalam pengumpulan harga pokok produksi.
    d. Internal auditing yaitu melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap sistem akuntansi perusahaan
    e. Anggaran (budgeting) yaitu membuat rencana aktivitas perusahaan dimasa yang akan datang dalam satuan moneter
    3. Akuntan pemerintah
    Yaitu profesi akuntansi yang bekerja pada lembaga pemerintahan. Tugasnya adalah memeriksa pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara.
    Akuntan pemerintah meliputi :BPK, BPKP dan Dirjend pajak.
    4. Akuntan pendidik
    Yaitu profesi akuntansi yang bekerja sebagai pendidik terutama yang bekerja dalam dunia pendidikan akuntansi yaitu mengajar, menyusun kurikulum, melakukan penelitian dan pengembangan dibidang akuntansi

     Prinsip akuntansiþ
    Dalam menyajikan informasi keuangan, akuntansi keuangan harus tunduk pada prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (PABU) dan dapat dipraktekkan secara universal. Prinsip akuntansi merupakan pedoman yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.
    Prinsip akuntansi dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang untuk membuat aturan-aturan dalam bidang akuntansi.. Di Indonesia untuk sektor swasta disusun oleh Komite Standar Akuntansi Keuangan (KSAK) yang merupakan sub dari IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia).
    Pernyataan–pernyataan atau aturan–aturan yang dikeluarkan berupa standar akuntansi keuangan (SAK) yang merupakan kumpulan dari pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK).
    Di Amerika untuk sektor swasta dikeluarkan oleh FASB (Finansial Accounting Standard Board) yaitu suatu lembaga yang independen yang terpisah dari AICPA (American Institute of Certified Publik Accountans)
    Prinsip akuntansi meliputi :
    1. Konsep entitas (kesatuan usaha)
    Yaitu suatu organisasi yang berdiri sendiri terpisah dari organisasi lain atau individu lain.
    Pada konsep ini perusahaan dianggap terpisah dari pemiliknya sehingga transaksi keuangan yang menyangkut perusahaan tidak boleh dicampur dengan kesatuan usaha lain atau pemiliknya.
    2 Prinsip obyektifitas
    Yaitu catatan dalam lapoan akuntansi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya dan dapat diperiksa kebenarannya.
    3 Prinsip cost (biaya)
    Yaitu jasa atau barang yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya pada saat transaksi

    B. KEGIATAN PERUSAHAAN DAN SIKLUS AKUNTANSI
     Jenis-Jenis Perusahaanþ
    Dari kegiatan usahanya perusahaan dapat digolongkan menjadi
    1. Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa kepada masyarakat meliputi perusahaan jasa transportasi, konsultasi, media massa, telekomukasi, perhotelan dan rumah makan
    2. Perusahaan Dagang yaitu perusahaan yang bergerak di bidang jual beli barang dan mendistribusikannya kepada konsumen. Perusahaan bentuk ini meliputi super market, grosir, distributor , toko pengecer.
    3. Perusahaan Manufaktur/ Pengolahan yaitu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi menjadi barang jadi yang kemudian siap untuk dijual kepada konsumen. Perusahaan dalam kelompok ini meliputi perakitan, pengolahan hasil pertanian , peternakan dan perikanan serta kehutanan.

     Bentuk-Bentuk Badan Usahaþ
    Ditinjau dari kepemilikan modalnya perusahaan dapat dibedakan menjadi
    1. Perusahaan perseorangan
    Yaitu perusahaan yang modalnya dimiliki oleh perseorangan. Perusahaan bentuk ini seluruh resiko ditanggung oleh pemilik.
    2. Perusahaan Persekutuan
    Yaitu perusahaan yang modalnya dimiliki oleh beberapa orang sekutu yang mendirikan usaha bersama atas nama bersama untuk mencapai tujuan 0bersama. Pada perusahaan jenis ini semua resiko ditanggung oleh seluruh anggota.
    Ada dua jenis perusahaan bentuk sekutu
    a. Firma (Fa)
    Yaitu bentuk persekutuan yang seluruh resiko ditanggung seluruh anggota persekutuan tidak hanya sebatas modal yang disetor tetapi bisa sampai pada seluruh harta yang dimiliki.
    b. CV (Commanditer Vennotscap)
    Yaitu bentuk persekutuan dimana ada anggota yang hanya menyetorkan modal dan anggota yang bekerja. Anggota yang bekerja menanggung seluruh resiko sedangkan anggota yang hanya menyetorkan modal menanggung resiko hanya sebatas yang disetorkan ke persekutuan.
    Pada pendirian Persekutuan yang perlu diperhatikan adalah :
    a. Tujuan utama perusahaan
    b. Tata cara pemenuhan pembelanjaan perusahaan
    c. Tata cara pengelolaan perusahaan
    d. Tata cara pembagian keuntungan dan beban kerugian perusahaan
    e. Tata cara pembubaran perusahaan

    3. Perseroan Terbatas (PT)
    Yaitu bentuk perusahaan yang modalnya terbagi atas saham. Pemilik merupakan pemegang saham. Pada perusahaan bentuk ini kekayaan pemilik saham terpisah dengan kekayaan perusahaan (Badan Hukum) sehingga resiko yang ditanggung pemegang saham hanya sebesar saham yang dimiliki. Pemegang saham berhak atas Deviden yang dibagikan .

     Siklus akuntansiþ
    Siklus akuntansi adalah tahap-tahap yang harus dilalui dalam proses akuntansi. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Analisis transaksi
    2. Mencatat ke dalam jurnal.
    3. Meringkas ke buku besar (posting)
    4. Membuat neraca saldo
    5. Membuat penyesuaian berdasarkan informasi yang up to date (terkini)
    6. Membuat neraca saldo setelah penyesuaian
    7. Menyusun laporan keuangan
    8. Menutup buku dengan membuat jurnal penutup
    9. Membuat neraca saldo setelah penutupan

     Laporan Keuanganþ
    Fungsi utama dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi bagi pemakai atau pihak-pihak yang berkepentingan atas laporan keuangan tersebut.
    Laporan keuangan terdiri dari :
    1. Neraca
    2. Laporan Laba/Rugi
    3. Laporan Perubahan Modal
    4. Laporan Arus Kas
    Neraca adalah laporan posisi keuangan yang menggambarkan aktiva (kekayaan) perusahaan, kewajiban, dan modal yang dimiliki perusahaan pada periode tertentu.
    Neraca terbagi menjadi dua sisi yaitu sisi aktiva dan sisi pasiva.
    Aktiva menggambarkan kekayaan yang dimiliki dan dikuasai perusahaan sedangkan pasiva menggambarkan sumber-sumber dari mana kekayaan itu diperoleh.
    Sumber-sumber perolehan kekayaan perusahaan berasal dari dua sumber :
    1. Darti dalam perusahaan berupa penyetiran modal
    2. Dari luar perusahaan berupa hutang
    Laporan Laba-Rugi adalah laporan keuangan yang menggambarkan hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan. Laporan Laba-Rugi menunjukkan pendapatan yang diterima dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Apabila pendapatan melebihi biaya yang dikeluarkan maka akan menimbulkan laba sedangkan bila sebaliknya akan menimbulkan rugi.
    Laporan Perubahan Modal adalah laporan keuangan yang menunjukkan perubahan modal pada awal periode dan pada akhir periode. Laporan perubahan modal dipengaruhi oleh laba atau rugi perusahaan. Laba menambah modal sedangkan rugi akan mengurangi modal.
    Laporan Arus Kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran kas yang terjadi meliputi pemasukan dan pengeluaran kas menurut kegiatan operasi, kegiatan pembelanjaan dan kegiatan investasi.

     Hubungan Antar Laporan Keuanganv

    Laporan laba/rugi ........> Laporan perubahan modal.......> Neraca

    Dari gambar di atas tampak bahwa laporan perubahan modal merupakan jembatan yang menghubungkan antara laporan laba rugi dengan neraca.
    Laporan laba rugi akan mempengaruhi modal pada akhir periode , sedangkan modal pada akhir periode akan dilaporkan pada neraca pada periode akuntansi.

     Karakteristik Laporan Keuanganþ
    Menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (IAI, 1994) ada empat karakteristik laporan keuangan yaitu :
    1. Dapat dipahami yaitu informasi keuangan disajikan dalam bentuk dan bahasa teknik yang sesuai dengan tingkat pengertian penggunaannya
    2. Relevan yaitu informasi keuangan harus berhubungan dengan tujuan pemanfaatannya sehingga penyajiannya lebih difokuskan pada kepentingan umum pengguna.
    3. Handal yaitu informasi keuangan harus jujur bebas dari kesalahan yang material dan dasajikan secara wajar.
    4. Dapat diperbandingkan yaitu informasi keuangan harus dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Agar dapat diperbandingkan maka :
    a. Laporan keuangan disajikan dalam format yang sama.
    b. Isi laporan keuangan adalah identik.
    c. Prinsip akuntansi yang dianut tidak berubah, dan apabila ada perubahan harus diungkapkan
    d. Perubahan dalam kondisi yang mendasari maka suatu transaksi harus diungkapkan




    RINGKASAN

    Akuntansi dapat dikatakan sebagai suatu seni dan proses. Sebagai suatu seni akuntansi mengacu pada keleluasaan penggunaan metode dan prosedur serta teknik pencatatan sesuai dengan kebutuhan pengguna akuntansi. Sedangkan sebagai suatu proses, akuntansi merupakan rangkaian prosedur atau langkah-langkah untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan.
    Akuntansi sebagai informasi keuangan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi yang strategis baik oleh pemilik perusahaan maupun dari investor dan pemerintah.
    Laporan keuangan yang utama terdiri dari neraca, laporan laba /. Rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Neraca menunjukkan posisi kekayaan perusahaan pada suatu waktu, laporan laba rugi menunjukkan hasil – hasil yang dicapai oleh perusahaan dalam periode akuntansi, laporan perubahan modal menunjukkan perubahan modal awal periode dan modal akhir periode, dan laporan arus kas menunjukkan aliran kas baik pemasukan maupun pengeluaran yang terjadi dalam periode akuntansi.
    Siklus akuntansi merupakan tahapan – tahapan yanng harus dilalui dalam penyusunan laporan keuangan dimulai dari analisis transaksi, pencatatan, peringkasan hingga penyusunan laporan keuangan.
    Penyusunan laporan keuangan harus tunduk pada Prinsip – Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum ( PABU ). Di Indonesia prinsip akuntansi ini ini terangkum dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntansi Indonesia. Prinsip akuntansi meliputi: prinsip busines entity, prinsip obyektifitas dan prinsip biaya.





    Klasifikasi Rekening



    Perkiraan buku besar diklasifikasikan menurut sifat-sifatnya sebagai harta (Aktiva) , Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya usaha, Pendapatan dan biaya luar usaha serta pos luar biasa. Sebagai tambahan mungkin perkiraan tersebut dikelompokan lagi kedalam kategori-kategori yang lebih spesifik.
    Modul Account manager pada aplikasi ZULISoft mengelompokan coa dalam kelompok Control account, Harta, Fixed Asset (kelompok yang spesifik dari harta), Hutang, Modal, Penghasilan Biaya dan Lain-lain. Control account telah tersedia dalam system secara permanen sehingga user hanya membuat rekening detail. Control account dapat ditambah oleh user bila ingin membuat detail yang lebih terperinci.
    Umumnya klasifikasi rekening dilakukan berdasarkan laporang keuangan yaitu sesuai dengan susunan dalam neraca dan rugi laba. Semakin besar ruang lingkup usaha suatu badan usaha semakin banyak rekening neraca yang diperlukan, namun pemakai yang kurang memahami informasi yang diperlukan cenderung merinci rekening neraca sedetail mungkin sekalipun tidak diperlukan pada neraca. Pada hal semakin banyak rekening neraca semakin sulit dalam melakukan pengolahan data sehingga resiko melakukan kesalahan semakin besar.
    Susunan Rekening Buku Besar
    Susunan buku besar dan buku pembantu bergantung pada besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang cukup besar mempunyai jumlah transaksi cukup banyak perlu dilakukan penggolongan secara lebih terinci sehingga mempunyai rekening cukup banyak.
    Kelompok utama dari rekening neraca dan rugi laba adalah sebagai berikut :
    Harta adalah semua benda yang berwujud atau hak (tak berwujud) yang mempunyai nilai uang. Untuk penyajian dalam neraca, harta biasanya dibagi dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Dua kelompok yang paling banyak terdapat adalah Harta lancar dan harta tetap. Dan satu kelompok harta yang digunakan untuk expansi adalah investasi jangka panjang. Kelompok harta yang tidak dapat di golongkan ke dalam tiga kelompok tersebut ditampung dalam kelompok harta lain-lain.
    Harta Lancar adalah Uang kas dan harta lainnya yang diharapkan dapat ditukarkan dengan uang atau dijual atau dipakai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui kegiatan perusahaan yang normal. Selain kas, yang termasuk kedalam kelompok harta ini, dan biasanya dimiliki oleh perusahaan jasa, adalah wesel tagih (notes receivable), piutang dagang (account recievable) perlengkapan (supplies) dan bermacam-macam biaya dibayar dimuka (prepaid expenses)
    Investasi Jk.Panjang Adalah penanaman modal yang dilakukan untuk tujuan tertentu diluar usaha utama perusahaan.
    Piutang Dagang adalah klaim kepada debitur, yang berasal dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Biaya dibayar dimuka meliputi persediaan, perlengkapan yang ada.
    Wesel tagih adalah klaim kepada debitur yang dibuktikan dengan surat perjanjian tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu, dalam jangka waktu tertentu, kepada seseorang tertentu atau pembawa wesel tersebut.
    Harta tetap adalah harta berwujud atau tidak berwujud dan digunakan dalam perusahaan, yang sifatnya tetap atau permanen. Kecuali tanah, harta tersebut secara terus menerus akan susut, atau akan kehilangan manfaatnya bersamaan dengan berlalunya waktu. Keadaan seperti ini disebut “menyusut”. Jumlah “biaya penyusutan “ untuk satu periode tidak dapat ditetapkan secara pasti. Harga beli juga dipergunakan untuk menyusun pajak pendapatan dan laporan-laporan yang lainnya. Untuk mencatat penurunan harta ini dilakukan dengan jalan meng-kreditkan perkiraan “akumulasi penyusutan”, bukan langsung keperkiraan harta. Beberapa nama perkiraan yang biasanya dipakai harta dalam kategori ini adalah : Peralatan, Akumulasi Penyusutan-Peralatan, Gedung, Akumulasi Penyusutan Gedung. Untuk peralatan tidak hanya satu perkiraan saja yang dipergunakan, tetapi dibuatkan beberapa perkiraan tambahan yang menunjukan fungsi dari pada peralatan tersebut, misalnya : Peralatan Pengangkutan (Delivery Equipment), Peralatan Toko (Store Equipment), dan Peralatan kantor (Office Equipment), masing-masing dengan perkiraan akumulasi penyusutannya.
    Hutang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dibayar dalam waktu tertentu. Dua kategori umum yang termasuk dalam kelompok hutang adalah Hutang Lancar dan Hutang Jangka panjang.
    Hutang Lancar adalah hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang) dan pembayaranya akan mengakibatkan berkurangnya harta lancar. Jenis hutang yang tergolong kedalam kelompok ini adalah Wesel bayar (notes payable) dan hutang dagang (account payable).
    Hutang Jangka Panjang adalah , hutang yang akan jatuh waktu dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun)
    Modal adalah istilah yang dipergunakan untuk hak milik atas kekayaan pemilik.
    Pendapatan adalah penambahan kotor (gross increase) terhadap modal sehubungan dengan kegiatan perusahaan yang berasal dari laba penjualan barang, penjuaan jasa kepada langganan, penyewaan harta pinjaman uang dan kegiatan lainnya yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba.
    Biaya yang telah dipakai dalam proses memperoleh pendapatan merupakan biaya yang telah dipakai (expired cost) atau biaya saja (expenses).
    Debit dan Kredit Perkiraan neraca. Sisi sebelah kiri daripada harta dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada harta tersebut, dan sisi sebelah kanan dipergunakan untuk mencatat pengurangan. Dan sisi sebelah kanan dari pada perkiraan hutang dan modal dipergunakan untuk mencatat penambahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tadi, dan sisi sebelah kiri untuk mencatat pengurangannya. Sisi sebelah kiri dari semua perkiraan disebut DEBIT, dan sebelah kanannya disebut KREDIT.
    Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal. Jumlah personal yang dibutuhkan tergantunng pada struktur organisasinya dan teknologi yang digunakan. Rekening-rekening buku besar dibagi atas dua kelompok yaitu rekening-rekening neraca (real) rekening-rekening rugi laba (nominal)
    Rekening neraca dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok Utma yang sifatnya berbeda seperti aktiva, utang dan modal, penghasilan usaha, biaya usaha, pengahasilan dan biaya diluar usaha dan pos luar biasa.
    Aturan debit kredit dapat disimpulkan sebagai berikut :

    DEBIT berarti :
    KREDIT berarti :
    Penambahan dalam perkiraan harta
    Pengurangan dalam perkiraan harta
    Pengurangan dalan perkiraan hutang
    Penambahan dalam perkiraan hutang
    Pengurangan dalam perkiraan modal
    Penambahan dalam perkiraan modal
    dapat juga dinyatakan dalam hubungan persamaan akuntansi dan bentuk neraca seperti yang digambarkan berikut ini :



    HARTA
    HUTANG
    Perkiraan Harta
    Perkiraan Hutang
    Debit untukPenambahan
    Kredit untukPengurangan
    Debit untukPengurangan
    Kredit untukPenambahan


    Modal


    Dedit untukPengurangan
    Kredit untukPenambahan

    Setiap transaksi perusahaan mempengaruhi paling sedikit dua perkiraan. Tanpa memandang pada kompleksnya suatu transaksi atau jumlah perkiraan yang akan dipengaruhi, dapat dikatakan bahwa jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit.
    Ikhtisar Rugi-Laba Teori debit–kredit dalam penerapannya terhadap pendapatan biaya didasarkan pada hubungannya dengan modal. Laba atau rugi bersih dalam suatu periode merupakan penambahan atau pengurang modal.
    Prive merupakan kebiasaan pada perusahaan perseorangan pemilik bekerja penuh pada perusahaan bahkan apabila perusahaan tersebut merupakan sumber pendapatan utamanya. Dalam keadaan demikian, pemilik setiap saat dapat mengambil uangnya dari perusahaan untuk keperluan pribadi. Pengambilan ini dicatat sebagai debet pada suatu perkiraan yang disebut prive yang biasanya diikuti oleh nama pemilik tersebut. Debit perkiraan ini dianggap sebagai pengurangan modal.
    Deviden adalah perkiraan yang digunakan pada perusahaan berbentuk PT. Yang dapat disamakan dengan perkiraan Prive pada perusahaan perseorangan. Pembagian laba kepada pemegang saham di debit pada perkiraan deviden, kemudian secara berkala ditutup ke perkiraan laba belum dibagi. Debit perkiraan ini dapat dipandang sebagai pengurangan atas modal.
    Saldo Normal Jumlah penambahan yang dicatat dalam suatu perkiraan biasanya sama atau lebih besar dari jumlah pengurangan yang dicatat pada perkiraan yang sama. Karena itu saldo normal dari semua perkiraan adalah positif. Misalnya penambahan pada perkiraan aktiva lebih besar dari pengurangannya. Karena itu saldo aktiva biasanya mempunyai saldo debit.
    Aturan debit kredit dan saldo normal untuk macam-macam perkiraan
    Jenis perkiraan
    Penambahan
    Pengurangan
    Saldo Normal
    Harta
    Debit
    Kredit
    Debit
    Hutang
    Kredit
    Debit
    Kredit
    Modal,saham,laba ditahan
    Kredit
    Debit
    Kredit
    Prive, Deviden
    Debit
    Kredit
    Debit
    Pendapatan
    Kredit
    Debit
    Kredit
    Biaya
    Debit
    Kredit
    Debit


    Kelompok Rekening
    Jumlah rekening untuk perusahaan besar tentunya lebih banyak sesuai dengan ruang lingkup operasionalnya dan kebutuhan manajemen, namun secara golbal kota dapat kelompokan sbb:
    Kelompok
    Jenis Usaha
    Aktiva lancar
    Jasa/dagang/industri
    Persediaan b. Jadi
    Dagang/industri
    Persediaan wip
    Industri Priodical
    Persediaan b. Baku
    Industri priodical
    Investasi jk. Panjang
    Jasa/dagang/industri
    Aktiva tetap
    Jasa/dagang/industri
    Ak.tetap T’ berwujud
    Jasa/dagang/industri
    Aktiva lain lain
    Jasa/dagang/industri
    Kewajiban lancar
    Jasa/dagang/industri
    Kewajiban jk. Panjang
    Jasa/dagang/industri
    Kewjiban lain
    Jasa/dagang/industri
    K. Disubordinasi
    Jasa/dagang/industri
    Kewajiban bersyarat
    Jasa/dagang/industri
    Modal
    Jasa/dagang/industri
    Laba ditahan
    Jasa/dagang/industri
    Penghasilan/penjualan
    Jasa/dagang/industri
    Pembelian/hpp
    Dagang/industri
    Biaya penjualan
    Dagang/industri
    Biaya administrasi
    Jasa/dagang/industri
    Tenaga kerja langsung
    Industri
    Biaya overhead
    Industri
    Pendapatan lain
    Jasa/dagang/industri
    Setiap rekening neraca tidak boleh mempunyai pengertian ganda dan dapat digolongkan ke dalam satu kelompok yang terdidefinisikan. Kelompok tersebut disusun menurut liquiditasnya.
    Masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi golongan-golongan yang lebih luas dengan memperhitungkan rentang tertentu agar memungkinkan penambahan account di kemudian hari.
    Masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi sub golongan atau langsung ke rekeningnya.
    Rekening rugilaba dibagi menjadi kelompok kelompok yang sejenis seperti Hasil penjualan, harga pokok peesediaan, biaya produksi, biaya administrasi dan umum, biaya penjualan, pendapatan di luar usaha, biaya di luar usaha.
    Sumber : http://zulidamel.wordpress.com

    AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

    Persamaan Dasar Akuntansi

    a. Pengertian dan Rumusan Persamaan Dasar Akuntansi
                Setelah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep dasar akuntansi, marilah kita lanjutkan kegiatan kita dengan penyelenggaraan proses akuntansi. Untuk mempermudah dalam melaksanakan proses pencatatan dan pelaporan, sebaiknya kita mulai dari persamaan dasar akuntansi. Persamaan ini merupakan ringkasan dari pencatatan hasil analisis setiap peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang terjadi. Coba Anda ingat-ingat kembali pengertian peristiwa ekonomi atau transaksi keuangan yang telah dikemukakan dalam bagian I modul ini! Jika terjadi transakasi  keuangan akan menyebabkan terjadinya perubahan pada aktiva, hutang, dan modal bukan? Perubahan itulah yang kita ringkas dalam persamaan dasar akuntansi.
    Anda telah mengetahui bukan, bahwa kekayaan yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis (perusahaan) disebut asset, harta, atau aktiva sedangkan hak atau klaim terhadap kekayaan tersebut disebut equities atau passiva? Jika aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan sejumlah Rp 10.000,00 maka equities (klaim terhadap asset tersebut) juga senilai Rp 10.000,00.  Hubungan antara dua komponen  tersebut jika digambarkan dalam sebuah persamaan tampak sebagai berikut:

                                                    Aktiva  =  Equities

     Rp 10.000,00  = Rp 10.000,00


    Di sisi lain, hak atau klaim terhadap aktiva tersebut dapat dikelompokkan  menjadi dua macam, yaitu haknya kreditor dan  haknya pemilik. Hak dari  kreditor disebut hutang (liabilities) dan hak dari pemilik disebut modal (capital/owner’s equity). Dengan demikian pengembangan dari persamaan tersebut menjadi sebagai berikut:

                                                    Aktiva = Liabilities + Capital

    Dalam persamaan akuntansi, biasanya penyajian liabilities selalu mendahului capital (modal). Hal ini bukan hanya kebetulan saja, tetapi memiliki makna bahwa kreditor memiliki hak terlebih dulu terhadap asset perusahaan dari pada pemilik perusahaan itu sendiri seandainya perusahaan dilikuidasi (dibubarkan). Dengan demikian, hak pemilik terhadap asset perusahaan dapat dirumuskan dalam persamaan berikut:
                                              Capital = Aktiva - Liabilities
                Seandainya pada awal pendirian perusahaan, pemiliknya menyetor uang tunai atau benda lain senilai Rp 5.000,00 untuk modal awal usahanya tanpa ada hutang, maka persamaannya adalah:

                                                    Aktiva = Capital

         Jadi, Rp 5.000,00 = Rp 5.000,00

    Jika pemilik menambah modal Rp 2.500,00 dari hutang, maka persamaannya menjadi:               Aktiva     =   Liabilities    +   Capital

        Jadi,  Rp 7.500,00 =  Rp 2.500,00 + Rp 5.000,00

    b. Transaksi Keuangan dan Persamaan Akuntansi

                Semua transaksi keuangan (peristiwa ekonomi) yang terjadi di perusahaan, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks akan mengakibatkan perubahan di antara ke tiga komponen persamaan dasar akuntansi tersebut. Perubahan yang dimaksud bisa menambah, mengurangi, atau merubah susunan aktiva, hutang, dan/atau modal. Penyelesaian persamaan itu merupakan hasil analisis dampak dari transaksi keuangan yang terjadi.
    Untuk mempermudah dalam memahami dampak dari perubahan pada persamaan dasar akuntansi sebagai akibat terjadinya transaksi keuangan, marilah kita cermati contoh kasus  berikut ini.
    Salon Sekarkedaton  milik Ny. Ayu, yang beralamat di Jl. Joyo Utomo 504 Malang, baru dibuka awal tahun 2007,  ditempatkan di kamar paling depan rumahnya. Sementara kamar tersebut  tidak dimasukkan sebagai asset salon, tetapi dianggap menyewa. Selama bulan Januari 2007 transaksi keuangan yang dilakukan sebagai berikut:
    1. Ny. Ayu menyetor uang tunai  Rp 1.000.000,00 sebagai investasi pertamanya atau modal awalnya di Salon.
    2. Membeli secara tunai peralatan salon seharga Rp 300.000,00
    5. Membayar uang sewa kamar  untuk bulan Januari sebesar Rp 100.000,00
    7. Membeli secara kredit dari Toko Makmur peralatan salon seharga Rp 500.000,00 dan perlengkapan (suplies) salon seharga Rp 200.000,00.
    9. Dipinjam uang dari Bank dengan menandatangani sebuah wesel jangka 3 bulan bunga 12% per tahun senilai Rp 750.000,00
    14. Menyelesaikan pekerjaan merias pengantin putri Ny. Yuli senilai  Rp 450.000,00 dan dan langsung dbayar tunai
    15. Dibayar gaji pegawai untuk bulan Januari Rp 150.000,00
    20. Diselesaikan pekerjaan merias pengantin untuk Ibu Harmini senilai Rp 550.000,00. diterima tunai sebanyak Rp 250.000,00 dan sisanya akan dilunasi bulan Pebruari 2007
    22. Diangsur  utang kepada Toko Makmur sebesar  Rp 200.000,00
    25. Dibayar rekening listrik untuk bulan Januari Rp 75.000,00
    29. Diterima dari Ibu Harmini  angsuran utangnya kepada Salon sebanyak Rp 150.000,00
    30. Diambil uang tunai oleh Ny. Ayu  sebesar Rp 100.000,00 untuk kepentingan pribadinya.
    31. Dibayar bunga atas wesel untuk bulan Januari sebesar  Rp 7.500,00
    Setiap transaksi keuangan pada tanggal-tanggal tersebut di atas akan membawa dampak perubahan terhadap ketiga komponen persamaan dasar akuntansi (aktiva, hutang, dan modal).  Pengaruh setiap transaksi keuangan itu terhadap persamaan dasar akuntansi dapat dilihat dalam tabel berikut:
    AKTIVA
    HUTANG
    MODAL
    Tgl
    Kas
    Piutang Usaha
    Peralatan
    Perlengkapan
    Hutang Usaha
    Hutang wesel
    Modal
    1
    1,000,000





    1,000,000
    2
    -300,000

    300,000




    5
    -100,000





    -100,000
    7


    500,000
    200,000
    700,000


    9
    750,000




    750,000

    14
    450,000





    450,000
    15
    -150,000





    -150,000
    20
    250,000
    300,000




    550,000
    22
    -200,000



    -200,000


    25
    -75,000





    -75,000
    29
    150,000
    -150,000





    30
    -100,000





    -100,000
    31
    -7,500





    -7,500

    1.667.500
    150.000
    800.000
    200.000
    500.000
    750.000
    1.567.500

                Dalam praktiknya, sepanjang perjalanan periode persamaan tersebut dapat dimodifikasi menjadi:

                            Asset  + Beban (biaya) = Liabilities + Penghasilan + Capital

    Dengan demikan, data transaksi dalam kasus yang terjadi pada salon Sekarkedaton di atas dapat disusun persamaan dasar akuntansi sebagi berikut:
    Tgl
    Keterangan
         Aktiva   +   Beban    =   Hutang   + Pendaptn  + Modal
    1
    Setoran pemilik
    1.000.000



    1.000.000
    2
    Beli peralatan tunai
    ± 300.000




    5
    Bayar sewa gedung
    - 100.000
    100.000



    7
    Beli peralatan & perlengkapan
    700.000

    700.000


    9
    Utang wesel 12% p.a
    750.000

    750.000


    14
    Hasil Rias pengantin
    450.000


    450.000

    15
    Bayar Gaji
    -150.000
    150.000



    20
    Hasil Rias pengantin
    550.000


    550.000

    22
    Angsur utang
    - 200.000

    - 200.000


    25
    Bayar listrik
    - 75.000
    75.000



    29
    Angsuran Harmini
    ±150.000




    30
    Ambil prive
    - 100.000



    - 100.000
    31
    Bunga wesel
    - 7.500
    7.500



    Jumlah
    2.817.500
    332.500
    1.250.000
    1.000.000
    900.000

                Dua contoh bentuk persamaan dasar akuntansi untuk menyelesaikan transaksi keuangan tersebut tampak berbeda bukan? Namun keduanya akan menghasilkan informasi yang sama. Dari persamaan pertama, dapat diketahui bahwa aktiva salon tersebut senilai Rp 2.817.500,00 yang diperoleh dengan menjumlahkan kas sebesar Rp1.667.500,00 piutang sebesar Rp150.000,00 peralatan sebesar Rp 800.000,00 dan perlengkapan sebesar Rp  200.000,00. Hutang salon senilai Rp 1.250.000,00 diperoleh dengan cara menjumlahkan hutang usaha Rp 500.000,00 dan hutang wesel sebesar Rp 750.000,00. Modal yang dimiliki salon senilai  Rp 1.567.500,00. Dari persamaan kedua, dapat diketahui secara langsung bahwa aktiva salon tersebut sebesar Rp 2.817.500,00 dan hutangnya sebesar Rp 1.250.000,00 sedangkan modal salon sebesar  Rp 1.567.500,00 yang diperoleh dengan cara menambahkan modal Rp 900.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp 1.000.000,00 dan dikurangi beban sebesar Rp 332.500,00. Cara yang digunakan untuk melaksanakan pencatatan setiap transaksi keuangan boleh berbeda, namun informasi yang dihasilkannya harus sama.
    Dalam penyelesaian persamaan pertama,  membuat penggolongan pada aktiva dan hutang, sedangkan beban dan pendapatan langsung ditambah atau dikurangkan pada modal.  Pada persamaan kedua unsur aktiva dan hutang tidak digolong-golongkan, tetapi beban dan pendapatan dipisahkan dari modal. Dalam praktik di dunia kerja Anda dapat menggunakan salah satu dari kedua persamaan itu, mengingat bahwa hasil akhir atau informasi yang dihasilkan sama.
    Penyelesaian transaksi ke dalam persamaan kedua terdapat tanda ± yaitu pada tanggal 2 dan 29 Januari 2007. Tanda itu merupakan contoh transaksi yang menyebabkan perubahan terhadap susunan aktiva. Akibat transaksi tanggal 2 Januari, aktiva yang semula berupa uang tunai (kas) Rp 300.000,00 berubah menjadi peralatan salon dengan nilai yang sama, sedangkan transaksi tanggal 29 Januari menyebabkan berubahnya aktiva yang semula piutang sebesar Rp 150.000,00 menjadi uang tunai dengan nilai yang sama. Kedua contoh transaksi tersebut tidak menyebabkan bertambah atau berkurangnya nilai aktiva, hutang, maupun modal. Contoh transaksi lain, mengaksep wesel atas hutang usaha pada perusahaan lain. Transaksi ini menyebabkan susunan hutang berubah, yakni semula berupa hutang usaha  berubah menjadi hutang wesel.
    Selain itu, pada kenyataan di dunia bisnis akan banyak Anda jumpai transaksi-transaksi serupa, yaitu transaksi yang menyebabkan berubahnya aktiva, hutang, atau modal. Contoh-contoh yang disajikan di atas hanya merupakan sebagian kecil dari transaksi yang sebenarnya. Diharapkan contoh-contoh itu dapat digunakan sebagai acuan dalam  penyikapan akuntansi jika ada transaksi yang sejenis.

    c.  Laporan Keuangan (Financial Statement)

                Anda tentunya masih mengingat dan sudah memahami bahwa tujuan dari penyelenggaraan akuntansi adalah menyajikan informasi keuangan. Informasi keuangan dari suatu perusahaan tersebut berguna bagi fihak-fihak yang berkepentingan dan memerlukannya (para pemakai)  sebagai dasar untuk mengambil keputusan ekonomi. Dengan informasi keuangan yang diperoleh, mereka akan menganalisisnya dan kemudian menentukan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka.
    Mengingat bahwa informasi yang termuat di dalam laporan keuangan suatu perusahaan sangat penting bagi para pemakainya, maka penyusunannya harus memenuhi syarat kualitas primer dan sekunder.
    Kualitas primer adalah kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna sebagai  dasar untuk  pengambilan keputusan. Kualitas primer meliputi relevan dan handal (reliabel).
    a)      Relevan berarti bahwa laporan keuangan (informasi akuntansi) yang disusun oleh suatu perusahaan memiliki hubungan langsung dengan pengambilan keputusan. Informasi akuntansi dikatakan relevan jika dapat membuat perbedaan dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh para pemakainya. Informasi yang relevan adalah informasi yang  memiliki nilai prediktif,  umpan balik, dan tepat waktu.
    (1)   Informasi memiliki nilai  prediktif jika  informasi tersebut  dapat membantu para pemakainya untuk memprediksi kinerja  perusahaan di masa depan berdasarkan peristiwa (transaksi) masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Ketepatan suatu prediksi sangat tergantung dari  kemampuan  para pemakai dalam menganalisis informasi dan  kepekaan mereka dalam membaca peluang bisnis di masa depan.
    (2)   Informasi memiliki nilai umpan balik (feedback) jika informasi tersebut dapat mendukung atau memberi masukan untuk memperbaiki prediksi yang sudah dibuat oleh para pemakainya. Dengan informasi yang diperoleh, para pemakai dapat mengevaluasi kembali prediksi yang telah dibuat, sehingga dapat memperoleh masukan untuk menentukan apakah prediksinya sudah benar ataukah perlu direvisi.
    (3)   Tepat waktu berarti informasi akuntansi tersebut tersedia pada saat dibutuhkan oleh para pemakainya. Dengan demikian, informasi itu tidak kehilangan kapasitasnya dalam mempengaruhi keputusan yang diambil.
    b)      Handal (reliable) berarti bahwa informasi tersebut dapat dipercaya, karena cukup terbebas dari kesalahan dan penyimpangan di dalam penyajiannya. Informasi yang handal adalah informasi yang memenuhi syarat: dapat diperiksa, penyajian yang jujur, dan netral.
    (1)   Dapat diperiksa artinya laporan keuangan (informasi akuntansi) tersebut jika diaudit/diperiksa oleh beberapa auditor eksternal yang menggunakan metode sama akan memperoleh kesimpulan yang sama pula.
    (2)   Penyajian yang jujur artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan kondisi transaksi keuangan sebenarnya (kondisi riil). Dengan kalimat lain dapat dikemukakan bahwa suatu laporan keuangan disajikan secara jujur jika dalam  penyajiannya ada kecocokan/kesesuaian antara transaksi yang sesungguhnya terjadi dengan laporan yang dibuat. Jadi, dalam penyususnan laporan keuangan tidak ada unsur rekayasa.
    (3)   Netral artinya tidak berpihak kepada golongan pemakai informasi tertentu. Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada semua pihak yang berkepentingan (pemakai). Oleh karena itu, di suatu perusahaan hanya ada satu laporan  keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan. Dengan demikian tidak ada pemakai informasi yang ”tersesat” sebagai  akibat dari penggunaan informasi yang tidak netral.
    Kualitas sekunder merupakan kualitas tambahan yang seharusnya dipenuhi dalam penyusunan laporan keuangan.  Meskipun hal ini bukan merupakan kualitas utama, namun jika dipenuhi akan membawa dampak positip bagi pengguna/pemakainya. Kualitas sekunder meliputi keterbandingan dan konsistensi.
    a)      Keterbandingan berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan-perusahaan lain. Suatu informasi dianggap  dapat diperbandingkan jika sudah dievaluasi dan dilaporkan dengan cara yang sama untuk perusahaan-perusahaan yang berbeda. Hal ini memberikan kemungkinan bagi para pemakainya  untuk mengenali dan menganalisis persamaan atau perbedaan kondisi keuangan berbagai perusahaan karena  metode akuntansi yang digunakan dapat diperbandingkan.
    b)      Konsistensi berarti bahwa laporan keuangan (informasi) suatu perusahaan akan lebih bermakna bagi para pemakainya jika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa dari perusahaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam menyajikan informasi, perusahaan harus memberikan perlakuan akuntansi yang sama terhadap transaksi yang sama pada waktu-waktu yang berbeda. Seiring dengan perjalanan waktu, perusahaan bisa mengubah metode (perlakuan) akuntansinya. Namun jika hal itu dilakukan, maka pada periode dilaksanakannya perubahan itu perusahaan harus mengungkap (dalam laporan keuangannya) tentang berbagai hal yang terkait dengan perubahan itu, seperti keunggulan metode baru yang digunakan dibandingkan yang lama, alasan mengubah metode tersebut, sifat dan dampak atas perubahan tersebut terhadap kondisi finansialnya.
    Bentuk formal dari informasi keuangan suatu perusahaan adalah laporan keuangan (financial statement). Pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dijelaskan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan suatu perusahaan bersifat umum. Hal ini berarti bahwa laporan kuangan suatu perusahaan disajikan dan ditujukan kepada semua pihak yang berkepentjngan terhadap informasi itu, baik dari unsur internal perusahaan maupun dari unsur eksternal. Dengan demikian, laporan keuangan tersebut tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakainya. Secara umum tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja keuangan, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan (pemakai)  dalam upaya mencari bahan masukan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi.
    Laporan keuangan yang lengkap terdiri atas 5 (lima) komponen, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dengan lima komponen laporan itu, diharapkan dapat memberi gambaran yang relatif komprehensif tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Dari lima komponen tersebut,  laporan keuangan yang dibahas dalam bagian II modul ini hanya tiga jenis, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan  neraca. Dua jenis laporan lainnya, yaitu laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan akan dibahas pada modul yang lain.

    a)  Laporan laba rugi (income statement)

                Untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan, kita dapat melihat dari laporan keuangannya. Kinerja keuangan suatu perusahaan harus dilaporkan, minimal sekali dalam satu periode. Salah satu bentuk laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi merupakan laporan tentang kinerja keuangan suatu perusahaan. Dalam laporan ini disajikan jumlah pendapatan (revenue) dan biaya (expenses) serta laba atau rugi (profit/losses) suatu perusahaan selama periode waktu tertentu. Dari laporan ini kita dapat menganalisis perbandingan antara pendapatan dengan biaya untuk memperolehnya, sehingga dapat mengukur tingkat efisiensinya. 
    Contoh transaksi yang terjadi pada Salon Sekarkedaton yang telah  dibukukan  dalam  persamaan dasar akuntansi di atas, jika dianggap belum ada beban dari unsur perlengkapan dan peralatan (diasumsikan masih utuh), maka laporan laba ruginya dapat disusun seperti berikut ini.
    Salon Sekarkedaton
    Laporan Laba Rugi
    Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Januari 2007
    Pendapatan


            Perdapatan salon

    1.000.000,00
    Beban Usaha


           Biaya Sewa Gedung
    100.000,00

           Biaya Gaji pegawai
    150.000,00

           Biaya listrik
    75.000,00

           Biaya bunga
    7.500,00

    Jumlah beban Usaha

    332.500,00
    Laba bersih

    667.500,00

                Contoh lain, misalnya data keuangan yang disajikan Penjahit Rapi pada tanggal 31 Desember tahun 2006 sebagai berikut:
    1. Kas                          Rp 55.000,00
    2. Piutang jasa Rp 10.000,00
    3. Peralatan                  Rp 20.000,00
    4. Perlengkapan            Rp 5.000,00
    5. Pendapatan jahit       Rp 19.200,00
    6. Pendapatan lain-lain Rp  500,00
    7. Biaya perlengkapan  Rp 3.500,00
    8. Gaji penjahit             Rp  5.000,00
    9. Biaya lain-lain        Rp 1.200,00
    10. Modal                    Rp 80.000,00
                Laporan laba rugi yang dapat disusun dari data keuangan penjahit rapi tersebu adalah sebagai berikut:
    Penjahit Rapi
    Laporan Laba Rugi
    Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006
    Pendapatan


            Perdapatan jahit  

    19.200,00
            Pendapatan lain-lain

    500,00
    Jumlah Pendapatan

    19.700,00
    Beban Usaha


           Biaya Gaji penjahit
    5,000,00

           Biaya perlengkapan
    3.500,00

           Biaya lain-lain
    1.200,00




    Jumlah beban Usaha

    9.700,00
    Laba bersih

    10.000,00

    Dua buah contoh di atas memang masih sangat sederhana. Jenis transaksi yang diberikan pun masih terbatas (belum beragam). Praktiknya di dunia usaha tentunya sangat kompleks dan rumit. Namun prinsip pencatatan dan pelaporannya sama. Dengan contoh yang sederhana tersebut diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat usaha anda dalam memahami dan meningkatkan ketrampilan menyusun laporan laba rugi.

    b)  Laporan Perubahan Ekuitas (owner’s equity statement)
                Bentuk lain dari laporan keuangan yang kita bahas pada bagian ini adalah laporan perubahan ekuitas pemilik perusahaan. Sesuai dengan namanya, laporan ini memberikan informasi tentang perubahan modal pemilik selama periode waktu tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pada modal (ekuitas pemilik) adalah: tambahan investasi yang dilakukan oleh pemilik, pendapatan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan (laba/rugi) selama satu periode, dan prive pemilik, baik ambil maupun menambah. Dengan membaca laporan ini, akan diketahui perubahan modal dan faktor apa yang menyebabkan perubahan tersebut.
    Jika dari contoh persamaan dasar akuntansi di atas dibuat laporan perubahan ekuitasnya, maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:
    Salon Sekarkedaton
    Laporan Perubahan Modal
    Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Januari 2007



    Modal awal per 1 Januari 2007

    1.000.000,00
    Laba bersih bulan Januari tahun  2007
    667.500,00

    Pengambilan prive
    -100.000,00

    Penambahan modal

    567.500,00
    Modal akhir per 31 Januari 2007

    1.567.000,00

                Dari data yang disajikan Penjahit Rapi di atas dapat disusun laporan perubahan modalnya sebagai berikut:
    Penjahit Rapi
    Laporan Perubahan Modal
    Untuk Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006
    Modal awal per 1 Januari 2006

    80.000,00
    Laba bersih tahun 2006

    10.000,00
    Modal akhir per 31 Desember 2006

    90.000,00

     

    c)  Neraca (balance sheet)

                Neraca merupakan laporan tentang posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Oleh karena itu, neraca sering disebut sebagai potret dari posisi keuangan perusahaan, karena kondisi keuangan yang disajikan pada neraca tersebut hanya terjadi pada tanggal tertentu, yaitu tanggal penyusunan neraca. Di luar tanggal penyusunan neraca, kondisi keuangan tersebut bisa berubah.
    Secara umum, neraca dan laporan keuangan lainnya memiliki 2 (dua) bagian. Bagian pertama adalah kepala (heading) atau judul neraca yaitu keterangan singkat yang ditulis di bagian atas dari neraca. Judul neraca berisi: Nama perusahaan (pemilik neraca), kata ‘neraca’, dan  tanggal neraca. Amatilah judul laporan laba rugi dan laporan perubahan modal Salon Sekarkedaton dan Penjahit Rapi di atas. Unsur isi judul tersebut sama, perbedaannya dengan neraca terletak pada tanggal penyusunan. Untuk neraca ditulis tanggal tertentu, sedangkan laporan tanggalnya mewakili satu periode (untuk periode yang berakhir tanggal …..). Judul (neraca atau laporan lainnya) harus ditulis dengan benar, karena judul itu merupakan identitas dari organisasi (perusahaan) pemilik laporan yang bersangkutan.   Bagian kedua adalah  batang tubuh neraca, berisi muatan informasi yang perlu disajikan.
    Batang tubuh neraca dapat disusun dalam bentuk skontro  atau stafel. Neraca yang berbentuk skontro biasanya disebut rekening huruf T atau bentuk horizontal, memiliki sisi debet yang lasim disebut aktiva dan sisi kredit yang lasim disebut pasiva. Jika suatu neraca disusun dalam bentuk stafel sering disebut bentuk vertikal atau laporan, maka tidak ada sisi debet dan sisi kredit. Susunan aktiva dan pasiva di atur berurutan dari atas ke bawah.
    Posisi keuangan tersebut ditunjukkan oleh besaran aktiva, kewajiban, dan modal suatu perusahaan.

    1)  Aktiva (Assets)

                Sumber daya ekonomi yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan disebut asset, aktiva, atau harta. Di neraca, aktiva disajikan di sebelah Debet jika neraca tersebut berbentuk skontro, atau di atas (mendahului penyajian pasiva) jika berbentuk stafel. Penyajiannya di dalam neraca, aktiva dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu aktiva lancar, aktiva investasi jangka panjang, dan aktiva tidak tetap.

    (a)  Aktiva Lancar (current assets)

    Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diuangkan atau dapat dijadikan uang dalam jangka pendek (dalam satu siklus akuntansi). Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lancar jika aktiva tersebut memenuhi persyaratan berikut:
    (1) diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau
    (2) dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca; atau
    (3) berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.
                Contoh dari aktiva lancar adalah kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan, supplies, asuransi dibayar dimuka, dan sebagainya. Penyusunannya di dalam neraca diatur menurut urut-urutan tingkat likuiditasnya. Artinya,  aktiva lancar yang paling likuid dicantumkan paling atas, disusul dengan pos-pos lainnya yang kurang likuid.

    (b)  Investasi jangka panjang (long term investment)

          Perusahaan yang memiliki dana cukup besar dan tidak segera digunakan, maka akan menanamkannya pada perusahaan lain, dalam bentuk pembelian surat-surat berharga (saham atau obligasi) atau bentuk lainnya. Jika perusahaan mempertahankan kepemilikan tersebut  dalam jangka panjang, maka aktiva ini disebut investasi jangka panjang. Tujuan dari investasi ini adalah memanfaatkan dana perusahaan yang tidak/belum dipergunakan dengan harapan dapat memperoleh keuntungan, baik berupa capital gain (kenaikan nilai investasi) maupun dividen (bagian keuntungan)  atau bunga. Kepemilikan surat-surat berharga ini direncanakan dalam jangka waktu panjang. Kalau kepemilikan surat berharga direncanakan dalam jangka pendek (diperjualbelikan) maka investasi jenis ini termasuk aktiva lancar.

    ©   Aktiva Tetap (Fixed Assets)

                Aktiva tetap adalah berbagai jenis aktiva yang dapat digunakan lebih dari satu periode operasi perusahaan. Aktiva tetap dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang memiliki wujud fisik tertentu sehingga dapat diamati. Contoh dari aktiva tetap berwujud adalah tanah, gedung, peralatan (equipment), kendaraan dan sebagainya. Sedangkan aktiva tetap tak berwujud adalah aktiva  yang tidak memiliki wujud fisik, tetapi memiliki nilai ekonomis. Contoh aktiva tetap tidak berwujud adalah goodwill, hak patent, merek dagang, dan sebagainya.

    2)   Kewajiban (liabilities)

                Kewajiban atau hutang (liabilities) adalah pengorbanan manfaat ekonomis di masa yang akan datang sebagai akibat dari transaksi masa lalu. Kewajiban ini dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu hutang lancar (hutang jangka pendek) dan hutang jangka panjang. Pengklasifikasian jangka pendek dan jangka panjang didasarkan pada jangka waktu pelunasannya. Jika pelunasan hutang yang dimaksud adalah satu tahun atau dalam satu periode siklus operasi perusahaan mana yang lebih panjang, dari tanggal neraca maka akan dikelompokkan dalam hutang jangka pendek. Sebaliknya, jika tidak memenuhi kreteria tersebut dikelompokkan ke dalam hutang jangka panjang. Contoh hutang lancar adalah: hutang usaha (account payable), hutang wesel (notes payable), hutang pajak (Taxes payable), hutang biaya, dan sebagainya. Contoh hutang jangka panjang adalah: hipotik dan hutang obligasi.

    c)   Modal Pemilik (owner’s equity)

                Modal pemilik adalah hak atau klaim pemilik atas aktiva yang dimiliki perusahaan atau organisasi bisnis. Pada perusahaan perseorangan, modal pemilik ditunjukkan oleh satu akun modal. Pada perusahaan persekutuan (firma atau komanditer) modal pemilik ditunjukkan oleh dua atau lebih akun modal. Sedangkan pada perusahaan bentuk perseroan maka modal pemilik ditunjukkan oleh akun modal saham (capital stocks), saldo laba (retained earning), agio/disagio saham dan sebagainya.
    Ingatlah kembali bahwa penyajian komponen-komponen neraca tersebut secara umum ada dua macam, yaitu: bentuk rekening huruf T atau bentuk horisontal dan bentuk laporan atau bentuk vertikal. Contoh penyusunan neraca. Lihat kembali data keuangan Salon Sekarkedaton dan Penjahit Rapi. Dari data tersebut, jika disusun neraca bentuk skontro tampak sebagai berikut:

    Contoh: Neraca Bentuk T

    Salon Sekarkedaton
    Neraca
    Per 31 Januari 2007






    Aktiva Lancar


    Hutang Lancar


    Kas
    Rp
    1.667.500
    Hutang Usaha
    Rp
    500.000
    Piutang Usaha
    Rp
    150.000
    Hutang Wesel
    Rp
    750.000
    Perlengkapan/Supplies
    Rp
    200.000
    Jumlah Hutang
    Rp
    1.250.000
    Jumlah Aktiva Lancar
    Rp
    2.017.500



    Aktiva Tetap


    Modal
    Rp
    1.567.500
    Peralatan
    Rp
    800.000

    Rp

    Jumlah aktiva
    Rp
    2.817.500
    Jumlah Pasiva
    Rp
    2.817.500

    Jika neraca Salon Sekarkedaton yang disusun dalam bentuk skontro tersebut diubah menjasi bentuk stafel atau horisontal, maka akan tampak seperti berikut ini.


    Salon Sekarkedaton
    Neraca
    Per 31 Januari 2007
    Aktiva Lancar


    Kas
    Rp
    1.667.500,00 
    Piutang Usaha
    Rp
    150.000,00
    Perlengkapan/Supplies
    Rp
    200.000,00
    Jumlah Aktiva Lancar
    Rp
    2.017.500,00
    Aktiva Tetap


    Peralatan
    Rp
    800.000,00
    Jumlah aktiva
    Rp
    2.817.500,00



    Hutang Lancar


    Hutang Usaha
    Rp
    500.000,00
    Hutang Wesel
    Rp
    750.000,00
    Jumlah Hutang Lancar
    Rp
    1.250.000,00



    Modal
    Rp
    1.567.500,00



    Jumlah Pasiva
    Rp
    2.817.500,00

    Servis Radio Murah
    Neraca
    Per 31 Desember 2006






    Aktiva Lancar


    Hutang Lancar


    Kas

    623.000
    Hutang dagang

    425.000
    Piutang Usaha
    425.000

    Hutang Wesel

    500.000
    Cadangan piutang tak tertagih
    -25.000

    Hutang pajak penghasilan

    125.000


    400.000
    Gaji terutang

    135.000
    Piutang wesel

    500.000
    Jumlah Hutang Lancar

    1.185.000
    Supplies

    135.000



    Asuransi dibayar dimuka

    175.000
    Hutang Jangka Panjang


    Sewa yang masih harus diterima

    145.000
    Hutang Obligasi

    2.500.000
    Jumlah Aktiva Lancar

    1.97.000



    Investasi Jangka Panjang


    Modal Pemilik:


        Investasi dalam saham PT Telkom

    1.100.000
    Modal Tuan Murahadi

    6.693.000
    Aktiva Tetap





    Tanah

    1.500.000



    Gedung
    3.500.000




    Akumulasi penyusutan gedung
    -650.000






    4.150.000



    Peralatan
    1.500.000




    Akumulasi penyusutan peralatan
    -150.000






    1.650.000



    Jumlah Aktiva Tetap

    7.300.000



    Jumlah Aktiva

    10.378.000
    Jumlah Hutang + Mo
    dal
    10.378.000
    Baik disusun dalam bentuk skontro maupun dalam bentuk stafel, neraca harus menggambarkan informasi yang sama. Seperti contoh neraca milik Salon Sekarkedaton di atas, informasi yang disajikan sama. Memang contoh informasi yang termuat dalam neraca tersebut masih sangat sederhana. Contoh neraca yang memberi informasi sudah relatif  kompleks, berikut ini disajikan neraca milik usaha servis murah.


    Servis Radio Murah
    Neraca
    Per 31 Desember 2006
    Aktiva Lancar


    Kas

    623.000
    Piutang Usaha
    425.000

    Cadangan piutang tak tertagih
    -25.000



    400.000
    Piutang wesel

    500.000
    Supplies

    135.000
    Asuransi dibayar dimuka

    175.000
    Sewa yang masih harus diterima

    145.000
    Jumlah Aktiva Lancar

    1.978.000
    Investasi Jangka Panjang


        Investasi dalam saham PT Telkom

    1.100.000
    Aktiva Tetap


    Tanah

    1.500.000
    Gedung
    3.500,000

    Akumulasi penyusutan gedung
    -650.000



    4.150.000
    Peralatan
    1.500.000

    Akumulasi penyusutan peralatan
    -150.000



    1.650.000
    Jumlah Aktiva Tetap

    7.300.000
    Jumlah Aktiva

    10.378.000



    Hutang Lancar


    Hutang dagang

    425.000
    Hutang Wesel

    500.000
    Hutang pajak penghasilan

    125.000
    Gaji terutang

    135.000
    Jumlah Hutang Lancar

    1.185.000



    Hutang Jangka Panjang


    Hutang Obligasi

    2.500.000



    Modal Pemilik:


    Modal Tuan Murahadi

    6.693.000



    Jumlah Hutang + Modal

    10.378.000

    Contoh diatas : Neraca Bentuk T
                Perlu diingat bahwa penyajian aktiva lancar didalam neraca disesuaikan dengan tingkat kelancarannya. Artinya aktiva lancar yang paling lancar disajikan terlebih dahulu baru disusul oleh yang kurang lancar. Amati contoh neraca di atas. Lain halnya dengan aktiva tetap, penyajiannya disusun menurut tingkat keabadiannya. Aktiva yang paling abadi (tetap) disajikan terlebih dahulu baru disusul dengan penyajian aktiva tetap yang kurang/tidak abadi. Hutang disajikan di dalam neraca diatur menurut tingkat kelancarannya.  Hutang yang harus segera dilunasi disajikan terlebih dahulu
    Jika neraca itu disusun dalam bentuk stafel, maka akan menjadi sebagai berikut ini.



    RANGKUMAN
    Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
    Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

    Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan

    Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan (Inggris: financial reporting) dan laporan keuangan (Inggris: financial reports). Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen (Inggris: statement) dan laporan (Inggris: report)

    Pemakai Laporan Keuangan

    Tujuan Laporan Keuangan

    Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
    Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
    Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

    Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

    Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
    • Dapat Dipahami
    • Relevan
    • Keandalan
    • Dapat diperbandingkan





                Dalam praktiknya banyak kita jumpai neraca yang disusun dalam bentuk skontro. Namun bukan berarti bahwa tidak ada neraca yang disusun dalam bentuk stafel.
    TUGAS
    1. Bukalah kembali pekerjaan Anda dalam menyelesaikan tugas nomor 5 bagian I modul ini! Tentunya Anda telah memperoleh data dan transaksi keuangan dari salah satu perusahaan jasa yang paling besar dan Anda pilih. Dari contoh Anda tersebut, susunlah:
    (a) neraca awal (bentuk skontro)
    (b) persamaan dasar akuntansi atas transaksi keuangannya
    (c) laporan laba rugi untuk periode tersebut
    (d) laporan perubahan modal untuk periode tersebut
    (e) neraca akhir (bentuk stafel)
    2. Datanglah pada koperasi simpan pinjam yang paling dekat dengan tempat tinggal Anda. Lakukanlah hal-hal berikut:
    (a) mintalah ijin untuk memperoleh data dan mencatat transaksi keuangannya selama satu bulan dan selanjutnya susunlah transaksi keuangan tersebut ke dalam persamaan dasar akuntansi.
    (b) copylah neraca saldonya  pada akhir suatu periode
    (c) berdasarkan neraca saldo tersebut (anggap tidak ada penyesuaian) susunlah: laporan laba/rugi; laporan perubahan modal dan neraca (dalam bentuk skontro dan stafel).
    3. Cari dan datangilah seorang penjahit pakaian, bisa langganan keluarga Anda atau yang sudah Anda kenal dengan baik. Tanyakanlah hal-hal berikut:
          (a) rata-rata  penghasilan yang peroleh dari jasa menjahit per bulan
          (b) jenis biaya  yang diperlukan untuk memberi layanan menjahit
          (c) besarnya biaya rata-rata per bulan
          (d) nilai investasinya (tempat menjahit, mesin jahit, gunting, dan lain-lain)
          (e) besarnya upah yang dikeluarkan untuk tenaga kerja
          (f) informasi lain-lain yang menurut Anda perlu diketahui
                Berdasarkan hasil informasi tersebut, susunlah: (1) Persamaan dasar akuntansi, (2) laporan laba rugi selama setahun, (3) laporan perubahan modal selama setahun dan (4) neraca akhir.
     EVALUASI
    I. Jawablah semua pertanyaan berikut dengan cermat!
    1.      Apakah tujuan penyusunan persamaan dasar akuntansi? Jelaskan!
    2.      Berikalah contoh transaksi keuangan yang menyebabkan berubahnya susunan aktiva, hutang, dan modal masing-masing 5 (lima) buah dan analisis akibatnya!
    3.      Kapankah laporan laba rugi harus disusun? Jelaskan!
    4.      Dapatkah kita mengukur kinerja perusahaan dari laporan laba ruginya? Jelaskan!
    5.      Informasi apakah yang dapat diperoleh dari laporan perubahan modal? Jelaskan!
    6.      Unsur-unsur apa sajakah yang disajikan di dalam neraca? Sebutkan!
    7.      Mengapakah neraca dikatakan sebagai potert keuangan pemiliknya?
    8.      Bagaimanakah aturan penyusunan aktiva tetap di dalam neraca? Jelaskan
    9.      Salah satu syarat penyusunan laporan keuangan adalah  relevansi, jelaskan pengertiannya!
    10.  Mengapa penyusunan laporan keuangan harus netral? Jelaskan!

    II. Kerjakanlah semua kasus berikut dengan teliti.
    1. Ny. Amin memiliki usaha penjahitan yang diberi nama ”PENJAHIT HALUS” . Selama ini tidak pernah dilakukan pembukuan atas transaksi keuangannya. Ketika bertemu Anda, beliau menyampaikan keinginannya untuk mengadministrasikan  transaksi keuangannya dengan tertib. Anda diminta untuk membantu melaksanakan administrasi keuangan tersebut. Data keuangan dan transaksinya selama tahun 2006 yang diberikan kepada Anda adalah sebagai berikut.
    (a)    keadaan tanggal 1 Januari 2006: uang tunai Rp 250.000,00; perlengkapan Rp 175.000,00; mesin jahit Rp 900.000,00; kios tempat menjahit Rp 1.000.000,00.
    (b)   Semua transaksi yang dilakukan tunai dan  telah dijumlahkan, selama tahun tersebut adalah: (1) pembelian perlengkapan Rp 100.000,00, (2) upah karyawannya Rp 250.000,00, (3) membayar listrik Rp 38.500,00; (4) ongkos perbaikan mesin Rp 10.000,00; (5) hadiah atas pembelian perlengkapan Rp 5.000,00 (6) hasil jasa menjahit Rp 1.725.000,00; (7) perlengkapan dipakai Rp 125.000,00 dan (8) ongkos memperbaiki kios Rp 6.500,00
    (c)    Anda diminta untuk menyusunkan: (1) neraca per 1 Januari 2006; (2) persamaan akuntansi untuk semua transaksi tersebut, dan (3) laporan keuangan selama tahun 2006 berupa: (a) laporan laba rugi; (b) Laporan perubahan modal, dan (c) neraca.
    (d)   Anda juga diminta memberikan saran apa yang perlu dibenahi untuk mengembangkan usaha tersebut!
    1. Usaha pijit bu Siti selama 2 (dua) bulan pertama tahun 2006 melaksanakan transaksi berikut ini:
    1/1 menyetorkan uang tunai Rp 35.000,00; perlengkapan senilai Rp 8.000,00 dan peralatan seharga Rp 50.000,00 untuk modal awal
    2/1 menerima hasil jasa pijat Rp 15.000,00
    5/1 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
    10/1 membeli tunai perlengkapan Rp 20.000,00
    20/1 menerima hasil jasa pijat Rp 45.000,00
    29/1 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
    31/1 membayar upah tukang pijat Rp 15.000,00
    2/2 menerima hasil jasa pijat Rp 15.000,00
    8/2 membeli perlengkapan Rp 50.000,00
    10/2 menerima hasil jasa pijat Rp 60.000,00
    15/2 membayar ongkos perawatan peralatan Rp 5.000,00
    20/2 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
    26/2 menerima hasil jasa pijat Rp 30.000,00
    28/2 memperhitungkan nilai sisa perlengkapan tinggal Rp 10.000,00
    Anda diminta membantu untuk:
    (1)   menyusun neraca awal
    (2)   menyusun persamaan dasar akuntansi untuk semua transaksi di atas
    (3)   menyusun laporan keuangan per 28 Pebruari 2007 berupa: laporan laba rugi; laporan perubahan modal, dan neraca

    1. Data keuangan ”BENGKEL SEMUA MOBIL” per 31 desember 2006 sebagai berikut:
    (1) uang tunai                            Rp 500.000,00
    (2) piutang usaha                      Rp 350.000,00
    (3) perlengkapan bengkel        Rp 325.000,00
    (4) peralatan                             Rp 800.000,00
    (5) gudang tempat bengkel     Rp 975.000,00
    (6) hutang usaha                       Rp 100.000,00
    (7) pendapatan                         Rp 1.435.000,00
    (8) biaya perlengkapan             Rp 150.000,00
    (9) Gaji karyawan                     Rp 400.000,00
    (10) hadiah dari sponsor           Rp 100.000,00
    (11) biaya bunga                       Rp 6.250,00
    (12) biaya lain-lain                    Rp 14.000,00
    (13) pendapatan lain-lain           Rp 25.000,00
    (14) modal                               Rp 1.860.250,00                     
                Anda diminta untuk menyusunkan laporan keuangan per 31 Desember 2006 yang berupa: (a) laporan laba rugi; (b) Laporan Perubahan modal; dan (c) neraca


    SELAMAT BEKERJA